Sabtu, 23 Agustus 2014

Nusa Research

KosmetikCantik Online Shop

Jurnal Metro

Bisnis BBM Oplosan Milik Dany Tak Terjamah Hukum

Bisnis BBM Oplosan Milik Dany Tak Terjamah Hukum

JurnalMedan (MEDAN) - Kegiatan bisnis BBM oplosan alias menampung BBM bersubsidi secara illegal tidak habis-habisnya di Medan Utara soalnya bisa bikin cepat kaya pelakunya termasuk para penampung Bahan Bakar Minyak (BBM) makanya a...

Kapolsek Batangkuis Bantah Ada Botol Miras Dikantornya

Jum'at, 21 Februari 2014 00:44

JurnalMedan (LUBUKPAKAM) - Kapolsek Batang Kuis, AKP S Simaremare yang dikonfirmasi Kamis, (20/2/2014) membantah jika botol minuman keras yang ditemukan di Polsek itu dipakai oleh anggotanya beberapa hari sebelumnya. Menurutnya tidak dibenarkan anggota polisi mengkonsumsi minuman tersebut apalagi saat bertugas.

"Gak ada anggota kita minum minuman seperti itu. Gak betul itu. Orang gila mungkin yang narok botolnya disitu,"ujar S Simaremare.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan jika orang lain meletakkan botol tersebut diarea Polsek. Ia juga menampik kalau disebut disekitar area polsek juga sering terlihat masyarakat meminum minuman keras.

"Kalian tahu sendirilah Polsek kita ini seperti apa. Kalau di depan dipagarnyakan. Orang usil bisa saja meletakkannya disitu. Dibelakangkan luas bebas orang masuk masuk, Semalam itu seperti yang kalian ketahui ngepam semuanya kita,"katanya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, pihak kepolisian sendiri bersikap garang terhadap massa FRB yang hendak melumpuhkan Bandara Kualanamu Rabu siang. Massa yang datang dari arah Percut dan hendak menuju kearah Jalan Arteri Bandara tampak dibubarkan paksa oleh kepolisian. Karena tidak mau dibubarkan secara persuasif polisi dan massa akhirnya berbenturan. Lebih dari 5 orang yang mengalami luka luka. Sementara 21 orang massa pada saat itu juga diamankan oleh Pihak kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, Kehebohan terjadi di Polsek Batang Kuis setelah ditemukannya 7 botol minuman keras yang berserakan diarea Polsek, Rabu, (19/2/2014) siang. Ramainya personil polisi yang sedang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa massa Front Rakyat Bersatu (FRB) membuat kehebohan semakin meluas. 7 botol minuman tersebut diketahui bermerk Red Label yang sudah tampak kosong dan ditemukan sekitar 2 meter dari Musholla Polsek.